Polda Jatim Ungkap Kasus Carok 5 Tahun Silam

Polda Jatim Ungkap Kasus Carok 5 Tahun Silam

Jejak Kasus, Surabaya
Jajaran Resmob Ditreskrimum Polda Jatim menangkap warga Desa Cangkarman, Kecamatan Konang, Bangkalan, Madura, Samadin (35), yang merupakan salah seorang dari tiga pelaku carok (perkelahian) di Kp Paka’an, Desa Cangkarman, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, pada 27 Mei 2009 yang lalu.
Pelaku carok yang masih buron tinggal satu orang yakni Parlan, karena pelaku Sumri sudah divonis 12 tahun dan Samadin sudah tertangkap di kampungnya pada Rabu (10/4) lalu,” kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Jatim AKBP Drs Suhartoyo di Mapolda Jatim, Kamis.
Dalam penangkapan Samadin itu, polisi mengamankan barang bukti berupa tangan terputus dalam toples yang diformalin milik Mattasin yang merupakan salah seorang korban carok. Korban lainnya adalah Buladin (meninggal dunia) dan Zinal.
“Carok yang dilakukan tiga orang melawan tiga orang itu berawal dari masalah sepele yakni Sumri menuduh Zinal (keponakan Mattasin) mencuri HP miliknya, lalu Mattasin dan Zinal pun mengajak Sumri untuk carok, sehingga Buladin meninggal dan Mattasin pun terputus tangannya. Carok itu menggunakan pedang bujur yang panjangnya 100 centimeter,” katanya.
Ia menambahkan pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 170 KUHP tentang pembununan dengan penganiayaan. “Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” katanya, didampingi dua penyidik dari Resmob Ditrekrimum Polda Jatim.(yy)
Makelar Perijinan Terjerat Masalah Hukum
Diduga menggelapkan uang pengurusan izin lokasi (Zoning) serta izin pengeringan dan pemanfaatan tanah (IPPT) sebesar Rp 500 juta. Yanuar Ischak (30) warga Jl Juwingan I Surabaya kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib.
Yanuar Ischak merupakan biro jasa yang bekerjasama dengan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Perak untuk pengurusan revisi izin lokasi dan IPPT di Perumahan TKBM yang berada di daerah Sememi, Surabaya. Perjanjian pengurusan izin lokasi untuk lahan seluas 12 hektare itu berlangsung sejak 27 Januari 2010 yang dibuat antara H Buchori selaku Ketua Umum Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Perak dengan Yanuar.
Dalam perjanjian disepakati biaya pengurusan sebesar Rp 500 juta. Buchori juga telah melakukan pembayaran dua kali via cek BRI tanggal 27 Januari 2010 senilai Rp 300 juta dan tanggal 19 Februari 2010 senilai Rp 200 juta yang diterima langsung oleh Yanuar.
“Setelah disepakati biayanya Rp 500 juta dan uang diserahkan oleh pihak TKBM, izin tersebut tak kunjung rampung. Ternyata, uangnya sudah dihabiskan oleh pelaku. Sehingga korban melapor ke polisi,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Jatim AKBP Suhartoyo.
Selain menangkap pelaku, Polda Jatim juga menyita sejumlah 14 suratdokumen sebagai bukti. Diantaranya, surat perjanjian penunjukan revisi izin zoning, adendum perjanjian penunjukan pengurusan revisi zoning, beberapa lembar bukti kas keluar.
Juga beberapa lembar kwitansi pembayaran kepada tersangka, dua lembar disposisi dan beberapa bukti lain (yy).
3 Bos CV RAIHAN JEWELLERY Jadi Tersangka
CV Raihan Jewellery menyelenggarakan program / produk jual emas logam mulia aneka tambang dengan memberikan iming iming atau janji cash back 2,5% selama 6 bulan yang sesuai dengan kontrak dari nilai pembelian emas dan emas akan di beli kembali (buy back guarantee)
Pada bulan September 2012 Sdr Rudy Kandarani (pelapor) di hubung oleh salah seorang marketing CV Raihan Jewellery, Memberi tahu adanya investasi emas CV Raihan Jewellery dengan janji atau iming iming akan memberikan cash back atau bunga 25% setiap bulan karena janji menggiurkan sehingga pada tanggal 27 september 2012 Sdr Rudy Kandarani mengikuti program CV Raihan Jewellery lalu mentransfer dana melalui bank Pundi senilai 1,16 Millyard dengan beberapa transaksi.
Setelah mentransfer dana senilai 1,16 Millyard Sdr Rudy Kandarani menerima emas sebanyak 23 keping @100 Gr yang sesuai dengan kesepakatan kontrak akan menerima cash back 2,5% tiap bulan dan pada jatuh tempo emas akan di beli dengan harga semula. Tetapi setelah jatuh tempo cash back tidak di berikan dan pembelian kembali terlaksana
Dan Pada tanggal 25 pebruari 2013 Sdr Rudy Kandarani melaporkan pihak CV Raihan Jewellery ke polda jatim
Dengan kejadian tersebut pihak penyidik sudah memeriksa sepuluh orang saksi dan Tiga pengelola perusahaan investasi emas , CV Raihan Jewellery. akhirnya resmi ditetapkan kepolisian sebagai tersangka terkait dugaan penipuan investasi emas.
Ketiga pengelola yang ditetapkan sebagai tersangka itu salah satunya adalah Muhammad Azhari, Direktur Utama sekaligus pemilik CV Raihan Jewellery.
Selain Azhari, ada dua pimpinan cabang Raihan di Surabaya yang juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Theresia Rosiana dan Maxsie Sarjuandai.
Penetapan status ketiganya menyusul laporan nasabah Raihan Jewellery ke Polda jawa Timur. “Ketiganya kita kenakan pasal penipuan,” ujar kasubbid penmas Polda Jatim AKBP Suhartoyo.
Menurut sumber itu, keputusan penyidik menetapkan status hukum tersangka dilakukan setelah melakukan gelar perkara (yy)

About these ads
Gambar | Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s